Latest Updates
Tampilkan postingan dengan label Manajemen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manajemen. Tampilkan semua postingan

Prinsip 5S Dalam Budaya Kerja

Prinsip 5S Dalam Budaya Kerja
Prinsip 5S Dalam Budaya Kerja

5S adalah prinsip penataan dan pemeliharaan dalam budaya kerja yang berasal dari Jepang. 5 S bertujuan untuk menjaga efektifitas waktu dan tenaga untuk meningkatkan produktivitas dan kinerja perusahaan secara keseluruhan. 5S adalah singkatan dari Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke. Di Indonesia dikenal dengan 5R yaitu Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin. Sedangkan dalam bahasa inggris juga dikenal dengan 5S yaitu Sort, Set in Order, Shine, Standarize, Sustain. Sekarang mari kita kupas satu persatu prinsip 5S dalam budaya kerja.

Upaya Penanggulangan Keadaan Darurat


Keadaan darurat merupakan kejadian diluar keadaan normal yang tidak diinginkan terjadi pada suatu tempat  yang cenderung membahayakn manusia dan merusak lingkungan sekitarnya. Beberapa keadaan yang mengindikasikan keadaan darurat yaitu :
  1. Terjadi secara mendadak dan tidak terguga
  2. Terjadi dimana saja dan kapan saja
  3. Mengganggu aktivitas normal
  4. Berdampak negatif
  5. Membutuhkan penanggulangan segera
  6. Sebagian bisa dicegah, sebagian lagi tidak

Cara Menggunakan Hidrant


Pada artikel sebelumnya kita telah membahas pengertian hidrant dan jenisnya. Kali ini kita akan mencoba membahas tentang cara menggunakan hidrant. 

Sebelumnya kita harus tahu dulu konsep teknik pemadaman kebakaran. Pada prinsipnya teknik pemadaman adalah dengan merusak keseimbangan percampuran ketiga unsur penyebab kebakaran (bahan bakar, oksigen, panas) atau merusak/menghentikan proses pembakaran (memutus rantai reaksinya) dengan cara :

Pengertian Hidrant

Hidran pemadam kebakaran adalah alat yang dihubungkan dengan sumber air melalui jaringan pipa yang gunanya untuk mengalirkan air yang dibutuhkan untuk pemadaman kebakaran.
Menurut jenisnya hidran dibagi menjadi : 
1. Hidran bejana kering (dry Barrel) 
Hidran bejana kering, dimana bejana tersebut di dalamnya tidak terisi oleh air, walaupun telah dihubungkan dengan sumber air. Untuk mengaktifkan hidran ini mur pembuka pada bagian atas hidran diputar agar kerangan besar di dasar bejana terbuka, dimana mur dan kerangan dihubungkan dengan poros kerangan. 

2. Hidran bejana basah (wet barrel fire hydrant)
Hidran bejana basah, dimana bejana tersebut di dalamnya terisi oleh air. Untuk mengaktifkan hidran ini mur pembuka pada bagian samping hidran diputar, untuk membuka kerangan pada outlet/saluran keluar air. 

Manajemen Resiko


Manajemen resiko yaitu penerapan  secara  sistematis  dari  kebijakan manajemen,  prosedur  dan  akitivitas  dalam kegiatan  identifikasi  bahaya,  analisa, penilaian,  penanganan  dan  pemantauan serta review risiko.

Tujuan manajemen resiko adalah memberikan informasi berkaitan  dengan kegiatan yang ada dalam  manajemen resiko sesuai dengan  tahapan-tahapannya.